CHEV
CHELIOS
your friendly and creepy neighbour.
NOT EVERYONE WANTED TO KNOW MORE. BUT YOU?
| Category | Information |
| Real Name | Yamamoto Ryuujin ⠀ ⠀ ⠀ Murakami Ryuujin |
| Current Name | Chev Chelios |
| Nickname | Chev, Chevy, Fvckin' Chelios, Horny-boy, Cocksucker, Asian-bastard. |
| Jenis Kelamin | Laki-laki |
| Tempat, Tanggal Lahir | Tokyo, 17 Juli |
| Usia | 33 tahun |
| Golongan Darah | AB(-) |
| Tinggi | 190 cm |
| Berat | 77 kg |
| Orientasi Seksual | Panseksual |
| Pekerjaan | |
| Face Claim | Saeki Takaomi (Oresama Teacher) |
| Voice Claim | Takaya Kuroda (For Japanese Accent) / Matthew Mercer (For American Accent) |

Chev adalah seorang pria dengan tinggi 190 cm, biasa terlihat menggunakan sebuah jaket dengan kerah yang menutupi sebagian leher, celana panjang yang memiliki sedikit robek di bagian paha dan sepatu sneakers putih yang agak kusam, juga terdapat beberapa robek. Beruntungnya, dia terlalu masa bodoh dengan penampilan.

Di punggung, Chev memiliki tato permanen yang dibuat ketika dirinya masih menjadi bagian dari kelompok yakuza saat dia masih di Jepang. Dan dikarenakan tato ini, dia tidak begitu suka melepaskan baju karena dia benci saat orang lain melihatnya, terlebih karena dia sudah bukan lagi bagian dari keluarga tersebut.
Dia memiliki bekas jahitan di dada, yang mana merupakan kenangan dari 'masalah jantung'. Dan beberapa bekas jahitan di perut, yang juga merupakan kenangan masa-masa pahitnya. Yang menambah alasan bagi Chev untuk benci memperlihatkan tubuhnya kepada orang lain.
| ↳. Tidak memiliki kemampuan dalam bersimpati maupun berempati, berkat apa yang dia pelajari dari ayahnya. |
| ↳. Penuh akan kebohongan. Dalam kamusnya, walaupun dia memiliki banyak fakta yang dia ketahui, pilihannya tetap jatuh pada berbohong. Memperhatikan orang percaya pada ucapannya, itu menyenangkan. |
| ↳. Melakukan apa pun yang dia inginkan, yang mana kebanyakan menambah catatan kriminalnya. |
| ↳. Emosinya tidak stabil, dia dapat marah dan sedetik kemudian langsung tenang, bahkan tertawa. |
| ↳. Tidak punya rasa segan atau berpikir terlalu panjang mengenai sesuatu, terutama dalam membunuh. |
| ↳. Mudah merasa bosan, terlebih kepada orang yang pernah dia setubuhi. Hanya saja, bila mereka membuatnya puas, dia akan menjadi candu dan terus menginginkannya. |
| ↳. Tidak suka diatur, terlebih dalam pekerjaan. |
| ↳. Bukan seseorang yang sulit diajak berkomunikasi, tapi bukan pula mudah menganggap orang lain sebagai temannya. |
| ↳. Bila sudah menginginkan sesuatu, akan berusaha untuk mendapatkannya. Biasanya, itu adalah sesuatu yang sulit untuk didapatkan. Hal-hal yang membuatnya tertantang, dia suka itu. |
| ↳. Bisa menjadi sangat flirty dan vulgar. |
phase 1
Pengkhianatan yang dia lakukan terhadap keluarganya menciptakan amarah yang luar biasa oleh oyabun sekaligus ayah kandungnya, semenjak identitas-nya sebagai seorang hitman yang bekerja untuk orang lain diketahui. Di tambah, salah satu targetnya adalah anggota keluarganya sendiri.
Dikarenakan sangat mengetahui apa konsekuensi dari pengkhianatannya, dia pun melarikan diri. Dan dinyatakan sebagai buronan oleh keluarganya sendiri.
Tidak ada tempat persembunyian yang aman baginya, hingga akhirnya, dia berhasil ditangkap. Sebuah ujian diberikan olehnya, yaitu ketika jantungnya diambil keluar dari dalam dada dan diganti dengan jantung sintetis; yang mana dirinya bergantung pada daya baterai yang hanya berlaku selama beberapa jam saja.
Sementara itu, jantung aslinya dibawa kabur oleh salah seorang pria yang dia ketahui bukanlah bagian dari keluarganya. Setelah mendapatkan kesadaran, satu-satunya yang ada di dalam kepala adalah untuk mendapatkan kembali jantungnya.
Perhatiannya terhadap jantung yang tertanam di dalam dada, baru muncul ketika dia merasakan adanya efek yang aneh pada tubuh. Dia memutuskan untuk menghubungi salah satu relasi-nya yang merupakan seorang dokter spesialisas jantung, demi mencaritahu apa saja yang harus dia lakukan demi menjaga jantungnya tetap bekerja.
Cara yang disarankan adalah untuk men-charge dirinya dengan aliran listrik; semakin besar daya yang dia terima, maka semakin besar pula kekuatan yang akan dia terima. Mulanya dia meragukan hal tersebut, namun saat tubuhnya terasa lemas, dia pun mencoba melakukan yang disarankan dan dia pun menerima energi yang dimaksud.
Usahanya untuk mendapatkan kembali jantungnya, tidak bisa dikatakan lancar; karena beberapa kali dia dihalangi oleh musuh-musuh lama yang pernah dia khianati sebelumnya. Dan salah satu dari mereka, memiliki jantungnya.
Jantung itu akan digunakan untuk ditanamkan ke dalam seseorang, yang pernah menjadi target pembunuhannya, hanya saja, sepertinya masih sempat diselamatkan demi membalaskan dendam kepadanya.
Pertarungan yang hebat dan membunuh cukup banyak orang terjadi. Dikarenakan dia hanya seorang diri, maka dia memaksakan diri untuk menggunakan strategi dadakan agar dapat memenangkan pertarungan itu dan mendapatkan jantungnya kembali.
Di masa-masa musuhnya lengah, dia yang juga mulai kehabisan energi pun mendekati sebuah kotak listrik bertegangan tinggi. Dia menyetrumkan dirinya sendiri di sana dan energi yang sangat besar dia dapatkan, hingga dia bisa memegangkan pertarungan yang sengit itu.
Setelah mendapatkan jantungnya kembali, dia mendatangi relasinya yang bisa menanamkan kembali jantung itu ke dalam dadanya.
Setelah itu, dia membutuhkan waktu satu bulan untuk dapat kembali bangun dikarenakan efek dari listrik tegangan tinggi yang dia terima di akhir pertarungan.
Dan selama dirinya terlelap, keluarganya menganggap bahwa dia telah mati.
phase 2
Beberapa minggu setelah sadar dari tidurnya, dia pun memutuskan untuk meninggalkan Jepang. Kebetulan, relasi dokter yang membantunya untuk menanamkan kembali jantung aslinya, memiliki kawan yang bersedia membawa penumpang secara ilegal. Tentu saja, dengan bayaran yang tidak murah.
Mengorbankan sebagian tabungan yang dia miliki, dia pun bersedia berangkat dan tujuannya adalah Amerika Serikat, Los Angeles. Dia memulai kehidupan baru di sana dengan nama Chev Chelios, walaupun kebanyakan di sana menyebutnya dengan panggilan 'Asian-bastard'. Dia tidak memedulikan perihal panggilan tersebut, walaupun harus diakui bahwa dia ingin meninggalkan identitasnya sebagai orang yang berasal dari benua Asia.
Di sana, dia bertemu dengan seseorang yang membantunya untuk membuat kartu identitas dan keperluan lainnya, yang jelas secara ilegal. Namun setidaknya, hal tersebut akan membantu dia dalam beberapa hal yang mungkin tak dia duga.
Dia melanjutkan karir-nya sebagai seorang hitman. Walaupun namanya belum terlalu dikenal, namun semenjak pekerjaan pertamanya, yang dianggap bersih, Chev mendapatkan lebih banyak pekerjaan dan tentu saja, uang. Apa pun ceritanya, uang adalah sesuatu yang penting.
Dan hal tersebut, tanpa dia sadari menarik minat salah satu kliennya, walaupun tidak pernah bertemu secara langsung, keberadaannya terus dilacak hingga dia pun berhasil ditemukan.
Satu hari, kala dia meninggalkan kediamannya untuk melakukan pekerjaan, sebuah mobil berhenti tepat di hadapannya dan menahan langkahnya sehingga dia tidak dapat melarikan diri. Di tambah, sebuah senapan ditujukan ke arahnya, meminta dia untuk masuk ke dalam mobil itu dan tetap bungkam.
Chev, tentu saja merasakan sesuatu yang tidak beres. Dia ingin melantunkan protes, namun satu suntikan yang tak terduga diinjeksikan ke dalam tubuh sehingga kesadarannya pun menghilang. Dia tak tahu lagi, apa yang terjadi setelah itu.
Ketika Chev bangun, tubuhnya sama sekali tak dapat dia gerakkan. Ada banyak peralatan yang menahan pergerakan maupun yang dihubungan ke dalam tubuh, seperti sebuah cairan.
Salah satu pria dengan jas laboratorium, mendatanginya dan memperkenalkan diri sebagai salah satu klien yang pernah menggunakan jasanya. Chev mendengarkan pujian, namun tentu saja hal itu tak dipedulikan olehnya. Dia hanya menginginkan dirinya agar segera dibebaskan. Namun, tentu saja jawaban yang dia dapatkan adalah 'tidak'.
Sesungguhnya, bukan hanya perkara Chev yang telah membuat mantan kliennya itu merasa kagum. Namun, karena Chev sendiri, yang telah membuat mantan kliennya menginginkan dia.
Kira-kira setengah tahun Chev ditahan dan dinyatakan hilang bagi orang-orang yang mengenalinya, Chev mengetahui bahwa dia tengah dijadikan sebagai percobaan oleh orang-orang gila ini. Dia hampir kehilangan akalnya dikarenakan macam-macam cairan yang dimasukkan ke dalam tubuh. Walaupun dia tak tahu, untuk tujuan apa mereka memperlakukan dirinya seperti ini.
Setahun kemudian, Chev yang selalu terbaring akhirnya dilepaskan dari peralatan-peralatan yang terhubung ke tubuhnya. Dia dibawa ke sebuah ruangan kosong, yang mana di sana tubuhnya ditembaki dan tentu saja, dia merasakan sakit. Bahkan sepertinya, dia akan mati di sana. Namun, itu tak terjadi. Mereka mempertahan dirinya dengan melakukan operasi untuk mengeluarkan seluruh peluru yang masuk ke dalam tubuh.
Kira-kira, dia mengalami koma kala itu sehingga dia tak tahu apa-apa saja yang telah mereka lakukan pada tubuhnya selama dia tak memiliki kesadaran.
Hanya saja, ketika dia siuman, dia mendapat sapaan dari seseorang yang sudah tidak lagi dia kenali. Dia hampir tak mengetahui apa pun lagi mengenai masa lalunya selain nama juga aktivitas yang dia lakukan sebelum semua ini terjadi. Chev menanyakan keberadaannya dan tiba-tiba saja mereka kembali membawa dia ke sebuah ruangan, yang dia rasa familiar.
Dia dilepaskan dari seluruh peralatan yang terhubung ke tubuh. Dan entah mengapa, dia merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Chev merasakan sebuah deja vu ketika melihat beberapa orang mengarahkan senapan kepadanya. Dan kali ini, dia pun diberikan senapan juga oleh mereka.
Tentu saja, di dalam hati, Chev merasa sangat geram karena merasa dijadikan mainan. Sementara itu, jiwanya yang membenci perasaan semacam itu, membuatnya mengerahkan seluruh kemampuan—yang beberapanya tanpa dia sadari, telah memuaskan orang-orang yang membawanya masuk ke dalam ruangan itu.
Seluruh tembakan yang mengenai dirinya, langsung melepuh dan luka yang tercipta pun membaik bahkan menghilang dengan cukup cepat. Chev benar-benar tak sadar dengan apa yang terjadi karena dipenuhi oleh perasaan kesal. Setelah berhasil menghabisi orang-orang yang telah menembakinya, Chev keluar dari ruangan itu bahkan berlari keluar dari gedung tersebut.
Para petugas yang berusaha untuk menangkapnya, dia tembak dengan senapan yang masih bersamanya. Tidak lagi, orang-orang sialan. Chev bukanlah mainan yang bisa dikuasai. Chev adalah Chev.
Setelah berhasil keluar dari gedung itu, dia meninggalkan senapan yang tadi dia bawa dan melanjutkan aksi melarikan dirinya. Anehnya, mereka yang telah berusaha keras untuk membuat semua obat itu tak memerintahkan untuk melakukan pengejaran pada Chev. Walaupun Chev telah menunjukkan perkembangan yang diharapkan, sayangnya, kekuatan itu hanya akan bertaha selama beberapa tahun dan bersamaan dengan hilangnya kekuatan itu, maka Chev juga akan kehilangan nyawanya.
Chev, yang kala itu berusia 32 tahun—tidak memedulikan perihal nyawanya, dia hanya memedulikan kebebasan dan menginginkan untuk menjalani kehidupan seperti apa yang dia mau.
phase 3
Let this bitch to live his life, maybe?
coming soon.
kayaknya ini gak bakal di-isi, aku mager.
| Weapon | Ability |
|---|---|
coming soon | Super Strenght: Memiliki kekuatan fisik yang besar—namun Chev tak terlalu menyadarinya karena dia lebih suka menggunakan senjata. |
coming soon | Feel No Pain: Dalam pertarungan, baik secara fisik maupun menggunakan senjata, dia tak akan merasakan sakit dari serangan yang dia terima—termasuk hunusan peluru atau pisau. |
| - | Fast healing: Setiap luka yang dia terima, akan sembuh dengan cepat tanpa bekas. Namun, tak termasuk dengan luka lama (seperti bekas luka operasi di dadanya). |
| - | Anti bullet: Peluru yang berhasil masuk ke dalam tubuh, akan keluar sebagai cairan dari tempat di mana mereka masuk. |
Notes
• Kemampuan yang dimiliki oleh Chev, hanya berlaku selama 3 jam setiap kali tubuhnya mendeteksi penggunaan kekuatan. Dan setelah 3 jam berlalu, dia tak akan bisa menggunakan kemampuan itu hingga keesokan hari.
• Dikarenakan Chev kabur sebelum percobaan pada tubuhnya dinyatakan sukses, terlalu sering terlibat dalam pertarungan akan semakin berbahaya bagi hidupnya.
• Chev telah mengetahui bahwa dia akan mati bila terus-terusan menggunakan kekuatannya.
• Kekuatannya tidak terlalu berpengaruh pada makhluk-makluk tertentu, seperti Vampire, Werewolf, Penyihir, dan sebangsanya. [Silakan ke writer note untuk penjelasan lebih lanjut. Jika penasaran, lol.]
| ↳. Seorang perokok aktif dan selalu menyelingi dengan meminum alkohol. |
| ↳. Menyukai public sex dan memiliki hobi memasukkan benda ke dalam partnernya, terutama dengan pistol. Dan satu hal menjijikkan tentangnya, dia adalah seorang molester. Chev tidak memiliki preferensi khusus, dia menyukai anak kecil, remaja, dewasa, orang lanjut usia, bahkan yang sudah tak bernyawa. |
| ↳. Benci ayah kandungnya dan segala hal yang berkaitan dengan beliau. Dia juga benci kepada ibunya yang dia ketahui sengaja meninggalkan dia saat dia masih kecil. Walaupun faktanya, sang ibu telah tiada karena dibunuh oleh ayahnya sendiri. |
| ↳. Lebih suka membunuh menggunakan pisau. Namun bila dia sudah tak sabar, dia akan menggunakan pistol. Jasad yang menarik, biasanya akan dia awetkan. |
| ↳. Beberapa orang mengatakan bahwa dia memiliki gangguan kejiwaan, namun dia tak pernah berpikir untuk memeriksanya. Dan dia tak peduli. |
| ↳. Memiliki masalah tidur. |
| ↳. Dia pernah menjadi seorang pecandu obat-obatan dan belum pernah menyentuhnya lagi setelah ditahan selama beberapa tahun oleh orang yang mengaku sebagai kliennya. |
| ↳. Kehilangan sebagian ingatan, terutama tentang kehidupannya di Jepang. |
| ↳. Selama tinggal di Los Angeles, dia selalu membuat kesal orang-orang di sekitarnya sehingga dia mendapat panggilan-panggilan kurang ajar. |
| ↳. Sebelum tinggal di Amerika, dia sudah belajar beberapa bahasa asing; terutama Bahasa Inggris yang paling fasih. Aksennya lebih ke aksen Amerika daripada British. Selain Bahasa Inggris, bahasa Spanyol adalah bahasa kedua yang paling dia kuasai beserta aksennya. Selanjutnya adalah bahasa Russia, kendati belum terlalu fasih. |
• Kisah di sini—terutama Phase 1—sepenuhnya berdasarkan film Crank 2: High Voltage. Nama karakter di sini juga menggunakan nama karakter di film tersebut, namun selebihnya tak ada lagi kesamaan.
• Di Phase 2; apa yang dilakukan oleh orang-orang itu kepada Chev adalah sebuah project superhitman, yang sayangnya belum sempurna karena Chev melarikan diri. Dan karena musuh-musuh yang diperkirakan akan dihadapi hanyalah manusia, maka dari itu kekuatan Chev tak terlalu berpengaruh pada makhluk-makhluk tertentu.
• Bila ada kesamaan cerita dari karakter Anda, tidak ada unsur kensengajaan. Semua kisah di sini dituliskan berdasarkan kemampuan writer.
• Tidak menerima kritik karena kepala saya sudah panas saat memikirkan kisah karakter ini. Mohon pemaklumannya.